Artikel dan Berita MPDM PENGAJIAN

PENGAJIAN RUTIN GURU DAN KARYAWAN SDIT MUHAMMADIYAH

Pengajian ke IV
12 Mei 2018
Materi : persiapan menghadapi Ramadhan
Pemateri : Prof. Warsito, DEA

Beribadah di bulan Ramadhan lebih diutamakan tetapi tetap bisa mencari rezeki di bulan Ramadhan, oleh karena itu selama 11 bulan sebelum ramadhan dipersiapkan materi untuk menunjang saat di bulan ramadhan.

Cara menentukkan awal ramadhan :

  • -Kalender syamsiyah (masehi) menggunakan gerak semu tahunan matahari.
  • -Hilal (bulan sabit) melihat bulan pertama kali sebagai penentu awal bulan tetapi setelah ijtima’/konjungsi (bulan naik beberapa derajat diatas garis lurus).
  • -kalender Qomariyah (hijriyah) menggunakan pergerakan bulan.
  • -hisab adalah perhitungan astronomis.
  • -rukyat adalah pengamatan awal munculnya bulan sabit. 3 bulan yang diperintahkan untuk dilakukan rukyat yaitu : Ramadhan, syawal dan dzhulhijjah
  • -syarat mencari hilal : di lihat dari sebelah sebelah barat, setelah konjungsi, di lokasi terbenamnya matahari, cuaca cukup cerah,
  • -Peredaran bulan berbeda 5,2 derajat dengan garis khatulistiwa, kemiringan ini yang membedakan jumlah hari 29 dan 30 hari.
  • -per hari bulan naik 12 derajat, dimulai dari arah barat.
  • -pertengahan bulan tanggal 15, posisi bulan ada di sebelah timur.
  • -acuan di bulan Ramadhan waktu mulai puasa dan berbuka adalah matahari.

-perbedaan yang terjadi di Indonesia :
Kriteria awal bulan di Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam (hijriyah)

  • *Hilal bisa diamati minimum 2 derajat.
  • *Jarak bulan dari matahari minimum 3 derajat.
  • *Umur bulan setelah ijtima’ minimal 8 jam.

Fatwa MUI :

  • *Penetapan awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah harus dilakukan dengan rukyat dan hisab.
  • *Seluruh umat islam wajib mengikuti ketetapan pemerintah Indonesia.
  • *Menteri agama bermusyawarah dengan MUI dan ormas Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *